Teknologi Informasi
Membangun Layanan IT yang Andal dengan SLA & ISO 20000

Di era ketergantungan tinggi terhadap teknologi, kualitas layanan IT menjadi faktor krusial dalam keberlangsungan bisnis. Gangguan sistem, respon lambat, atau layanan yang tidak konsisten dapat berdampak langsung pada produktivitas, reputasi, hingga kepercayaan pelanggan. Service Level Agreement (SLA) memegang peran penting sebagai komitmen layanan antara penyedia IT dan penggunanya. Namun, SLA yang tidak didukung sistem manajemen yang kuat sering kali sulit diukur dan dipertanggungjawabkan.
Baca juga: Bagaimana Memetakan Data Flow untuk UU PDP?
Tantangan SLA Tanpa Kerangka Kerja yang Jelas
Banyak organisasi telah memiliki SLA, tetapi menghadapi tantangan dalam implementasinya. Target layanan sering kali bersifat normatif, indikator kinerja tidak konsisten, dan proses pemantauan masih reaktif. Akibatnya, SLA hanya menjadi dokumen administratif tanpa nilai strategis.
SLA yang efektif seharusnya mampu menjawab tiga hal utama: apa yang dijanjikan, bagaimana kinerjanya diukur, dan bagaimana perbaikannya dilakukan. Untuk mencapai hal tersebut, organisasi membutuhkan kerangka kerja manajemen layanan IT yang terstruktur dan berstandar internasional.
Peran ISO 20000 dalam Pengelolaan SLA
ISO/IEC 20000 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Layanan TI (IT Service Management System). Standar ini membantu organisasi merancang, menerapkan, memantau, dan meningkatkan layanan IT secara konsisten dan berkelanjutan. Dalam konteks SLA, ISO 20000 memastikan bahwa:
- SLA disusun berdasarkan kebutuhan bisnis dan pengguna layanan
- Target layanan diturunkan menjadi indikator kinerja yang terukur
- Proses pemantauan dan pelaporan dilakukan secara sistematis
- Mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan berjalan efektif
Dengan ISO 20000, SLA tidak lagi bersifat asumtif, melainkan berbasis data dan proses yang terdokumentasi.
SLA yang Terukur dan Tepercaya
ISO 20000 mendorong organisasi untuk menetapkan metrik layanan yang jelas, seperti waktu respon, waktu pemulihan, tingkat ketersediaan sistem, dan kepuasan pengguna. Setiap indikator tersebut dipantau secara berkala dan dievaluasi melalui proses manajemen insiden, problem, dan perubahan.
Selain itu, standar ini juga menekankan pentingnya tanggung jawab, komunikasi, dan pengelolaan risiko layanan. Hal ini membuat SLA menjadi lebih realistis, dapat dipenuhi, dan dipercaya oleh pengguna layanan maupun pemangku kepentingan.
Baca juga: Mapping Dokumen ISO: Fondasi Penting dalam Penerapan dan Implementasi Sistem Manajemen
Manfaat Strategis bagi Organisasi
Penerapan ISO 20000 tidak hanya meningkatkan kinerja layanan IT, tetapi juga memberikan nilai strategis bagi organisasi, antara lain:
- Meningkatkan keandalan dan konsistensi layanan IT
- Memperkuat kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis
- Mendukung kepatuhan terhadap tata kelola TI
- Menjadi nilai tambah dalam proses tender dan kerja sama B2B
SLA yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar janji layanan. Dengan dukungan ISO 20000, organisasi dapat membangun SLA yang terukur, terpercaya, dan selaras dengan tujuan bisnis. Mitra Berdaya Optima siap mendampingi organisasi dalam penerapan ISO 20000 dan penyusunan SLA yang efektif, sehingga layanan IT menjadi aset strategis yang andal dan berkelanjutan. Hubungi kami sekarang untuk konsultasi awal secara gratis, klik di sini!
