Mengelola Risiko Keamanan TI dalam Proyek Transformasi Digital

Diposting pada Kamis, 27 November 2025
Social Media Icon 1Social Media Icon 2Social Media Icon 3
image-1764219834361-450379961.jpg

Transformasi digital kini menjadi kebutuhan bagi organisasi yang ingin tetap kompetitif. Namun, setiap inisiatif digital membawa risiko baru di sisi keamanan informasi. Mulai dari migrasi ke cloud, integrasi sistem, otomasi proses, hingga implementasi aplikasi berbasis data semuanya membuka peluang terjadinya celah keamanan jika tidak dikelola dengan tepat. Artikel ini membahas bagaimana perusahaan dapat mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko keamanan TI secara strategis selama proyek transformasi digital berlangsung.

Baca juga: Menguji Ketahanan Infrastruktur Digital Sebelum Diserang dengan Infrastructure Testing


Mengapa Keamanan TI Menjadi Isu Kritis dalam Transformasi Digital?

Saat organisasi mempercepat penggunaan teknologi baru, permukaan serangan (attack surface) ikut meluas. Tantangannya tidak hanya berasal dari teknologi, tetapi juga proses bisnis yang berubah dan kesiapan manusia yang bervariasi. Beberapa faktor yang membuat risiko meningkat di fase transformasi digital:

  • Integrasi sistem yang kompleks seperti proses penggabungan aplikasi lama dengan solusi baru yang dapat menciptakan titik rawan
  • Data bergerak ke berbagai platform, termasuk cloud publik, hybrid, hingga perangkat mobile
  • Tuntutan kecepatan implementasi yang membuat aspek keamanan terlewat untuk dilakukan pengecekan
  • Ancaman siber semakin canggih, mulai dari ransomware, phishing, hingga serangan berbasis AI

Jika risiko-risiko ini tidak dikendalikan sejak awal, organisasi bukan hanya menghadapi potensi kerugian finansial, tetapi juga kehilangan kepercayaan pelanggan.

 

Strategi Mengelola Risiko Keamanan TI Secara Efektif

Pengelolaan risiko keamanan TI dalam transformasi digital harus dimulai dari risk assessment yang komprehensif, dilakukan sejak tahap perencanaan proyek. Pendekatan seperti ISO 31000 dapat membantu organisasi memetakan risiko secara sistematis. Setelah itu, penting untuk menerapkan prinsip security by design, di mana keamanan ditanam sejak awal melalui pengujian aplikasi, hardening server, serta kontrol akses yang ketat.

Selain itu, perusahaan perlu memastikan keamanan berbasis data dengan menerapkan enkripsi end-to-end, data masking untuk informasi sensitif, serta backup rutin dan strategi pemulihan bencana yang teruji. Transformasi digital juga menuntut pembaruan governance dan SOP, sehingga setiap perubahan proses diikuti oleh pembaruan kebijakan keamanan dan dokumentasi teknis.

Tidak kalah penting, organisasi harus meningkatkan edukasi dan awareness seluruh karyawan melalui pelatihan keamanan rutin agar potensi human error dapat diminimalkan. Risiko juga dapat datang dari luar, sehingga diperlukan evaluasi keamanan pihak ketiga melalui SLA dan perjanjian yang menegaskan standar keamanan yang wajib dipenuhi vendor. Sebagai langkah terakhir, lakukan pengujian keamanan secara berkala, seperti penetration testing, vulnerability assessment, red team exercise, dan configuration review, untuk memastikan tidak ada celah yang dapat dieksploitasi pihak tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Risk Assessment Data Pribadi Sebagai Kunci Kepatuhan UU PDP dan Keamanan Informasi


Peran Standar ISO dalam Mengelola Risiko Keamanan TI

Transformasi digital yang aman tidak mungkin berjalan tanpa kerangka kerja yang jelas. Beberapa standar ISO yang relevan untuk mengelola risiko keamanan TI antara lain:

  • ISO 27001 – Kerangka kerja manajemen keamanan informasi
  • ISO 31000 – Pendekatan menyeluruh untuk manajemen risiko
  • ISO 22301 – Ketahanan bisnis dan pemulihan bencana

Dengan pendekatan proaktif, tata kelola yang baik, serta penggunaan standar keamanan internasional, organisasi dapat memastikan setiap langkah digitalisasi berjalan aman, terukur, dan berkelanjutan. Jika perusahaan Anda sedang menjalankan transformasi digital dan membutuhkan pendampingan keamanan TI, layanan seperti penilaian risiko, penetration testing, hingga implementasi ISO 27001 dapat membantu memperkuat sistem secara menyeluruh. Konsultasi bersama Mitra Berdaya Optima untuk mendapatkan pendampingan dari praktisi berpengalaman. Klik di sini untuk konsultasi awal gratis!

 

Banner Image Mitra Berdaya Optima
Logo MItra Berdaya Optima
PT Mitra Berdaya Optima

Yogyakarta Office

Partner Space Coworking
Jalan Dladan No. 98 Tamanan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55191

Jakarta Office

Jalan Mampang Prapatan Raya No.73A Lantai 3 Jakarta Selatan 12790

Ikuti Kami

Social Media Icon 1Social Media Icon 2Social Media Icon 3Social Media Icon 4Social Media Icon 5

Berlangganan Newsletter

Dapatkan insight terbaru seputar manajemen organisasi, tata kelola perusahaan, dan keamanan informasi langsung di email Anda.

Dengan berlangganan, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami.

© Hak Cipta 2025 PT Mitra Berdaya Optima - Semua Hak Dilindungi